Hujan Lebat, Bandar Lampung di landa Banjir

Bandar Lampung 18 Desember 2008, hujan lebat merata yang mengguyur seluruh kota Bandar Lampung sejak pukul 14.30 WIB hingga pukul 18.25 WIB membuat panic sebagian warga. Masalahnya saluran air yang ada di sekitar tidak mampu menampung debit air yang sangat besar, sehingga air dari parit maupun sungai keluar dari saluran.



Titik banjir di Bandar Lampung di antaranya berada di Kelurahan Kaliawi, Kampung Sawah lama, Pasar tugu, Jalan kartini, Jalan P. Antasari depan Vila Citra, sebagian wilayah rajabasa, dan Kelurahan Tanjung Baru Kecamatan Sukabumi.

Di kelurahan Tanjung Baru RT.003, air mencapai ketinggian 1 meter pada permukaan jalan, sedangkan di rumah penduduk ketinggian air mencapai 40-50 cm.

Menurut pak Samio warga Tanjung Baru RT.003 banjir sering terjadi di daerah tersebut pada tahun 2008 ini, sebelumnya jarang sekali banjir semenjak 10 tahun terakhir karena dulu saluran air sangat kecil hanya lebar 2 meter, sedangkan tahun 1997 mengalami perombakan saluran dan kini menjadi lebar 4 meter.

Banjir terjadi karena kurangnya daerah resapan air hujan yang terdapat pada daerah tertentu dan airnya langsung menuju ke saluran inti, sehingga saluran inti tidak mampu untuk menampung debit air yang besar.



Nokia Gandeng Microsoft

Kerjasama kedua raksasa di industri masing-masing itu untuk memperbesar akses email korpoprat ke 80 juta unit ponsel Nokia dan menjadi bagian strategi pasar Nokia mengalahkan Blackberry yang diproduksi RIM.

Nokia mengatakan bahwa seluruh ponsel Nokia nantinya akan memudahkan akses email Microsoft Exchange ActiveSync menggunakan edisi software terbaru S60 yang sampai saat ini sudah terjual sebanyak 80 juta unit.

“Pemilik ponsel Nokia yang perusahaannya menggunakan software Exchange bisa mengakses email mereka menggunakan Exchange secara gratis melalui ponsel mereka tanpa membayar tambahan biaya apapun,” ujar Nokia dalam keterangan tertulisnya

Gmail Bermasalah, Google Serba Salah

Akibat masalah yang terjadi pada Gmail, banyak pengguna di seluruh dunia yang locked out dari layanan e-mail untuk beberapa waktu.

Atas kesalahan itu, Google terpaksa menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna layanan e-mail itu yang dikirimkan via blog Gmail.

Dalam permintaan maafnya itu, Google memberikan judul We feel your pain and we're sorry. Dalam blog itu juga disebutkan bahwa masalah itu disebabkan oleh sistem kontak yang membuat Gmail tida bisa loading secara normal.

"Kami mendengar dan tahu dengan jelas begitu banyak orang yang peduli dengan akun Gmail mereka," kata manajer produk Gmail Todd Jackson, Selasa (11/8).

Selain melakukan pembenahan pada sistem kontak di Gmail itu, Google juga melakukan kajian penuh terhadap masalah yang terjadi dan bertindak cepat untuk meng-update sistem internal, kata Jackson dalam blog itu.

Ia menegaskan bahwa hal yang tak biasa bagi Google untuk membahas isu kualitas layanan secara terbuka, namun hal itu terpaksa dilakukan karena begitu banyak orang yang terimbas dengan masalah teknis yang terjadi.

"Sekali lagi kami mohon maaf," kata Jackson dalam pernyataan maaf dalam blog itu

Seminggu, Firefox 3 Di-download 19 Juta Kali


Sesaat setelah diluncurkan ke publik, Firefox 3 langsung memikat jutaan pengguna internet. Di minggu pertamanya saja, sudah sekitar 19 juta kali browser ini di-download.

Padahal menurut perhitungan Mozilla -- selaku empunya Firefox -- pada enam hari pertama, mereka hanya mencatat sekitar 10 juta download yang dilakukan. Namun menjelang sore hari jumlah pengguna yang men-download melonjak mendekati 19 juta kali.

Vnunet yang dikutip detikINET, Rabu (25/6/2008) melansir, Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak 'menyerbu' Firefox 3 dengan 5,48 juta kali, diikuti dengan Jerman 1,7 juta kali, sedangkan Jepang dan Inggris di posisi ketiga dan keempat dengan 1 juta dan 807.900 kali download.

Sebelumnya, Firefox 3 juga tengah berupaya menorehkan rekor di Guiness World Records sebagai software yang paling banyak di-download dalam jangka waktu 24 jam.

Namun keputusan tersebut masih belum final karena masih harus menunggu juri dari Guiness yang sedang melakukan verifikasi. Meski demikian dalam waktu 24 jam tersebut, Firefox 3 sudah di-download sebanyak 8 juta kali.

Geliat Mozilla dengan Firefox di percaturan browser internet tentunya cukup meresahkan Microsoft dengan Internet Explorer-nya. Apalagi semakin lama pangsa pasar IE semakin dilahap si rubah api.

Pada perhitungan terakhir saja, menurut lembaga analis Net Applications, pangsa pasar Firefox merangkak naik dari sebelumnya 18,41% di bulan Mei menjadi 19,17% di akhir minggu ini.

Pada Perhitungan terakhir tanggal 16 Juli 2008 mencapai
592.942.409Yang Telah di download.

Download Mozilla Firefox 3 Di Sini
Firefox 3 - Brazil


Komunitas Open Source Indonesia 'Merapat'



Jakarta - Komunitas Open Source Indonesia terus merapatkan barisan, kali ini dengan membentuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). Asosiasi itu disebut mendapat dukungan dari berbagai penggiat Open Source tanah air.

Penandatanganan akta pendirian AOSI dilakukan Senin (30/6/2008) di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta dengan disaksikan langsung oleh Menkominfo Mohammad Nuh.

AOSI sejauh ini masuh sebatas akta pendirian dan belum memiliki susunan kepengurusan resmi. Untuk membentuk kepengurusannya, saat ini telah terbentuk tim formatur AOSI.

Tim formatur tersebut terdiri dari Harry Sufehmi, Teddy Sukardi, Soemitro Rustam dan Rusmanto. Selain itu, duta Open Source Indonesia Betty Alisjahbana juga turut mengukuhkan AOSI.

Sekitar 15 perusahaan dan penggiat Open Source terdaftar sebagai pendiri AOSI. Di antaranya adalah Yayasan Air Putih, PT IBM Indonesia, Sun Microsystems Indonesia, GudangLinux, Jatis Solutions Ecom, Yayasan Penggerak Linux Indonesia dan organisasi lainnya.

"Dulu, Open Source hanya sebagai organisasi tanpa bentuk. Namun, dengan adanya asosiasi ini, komunitas Open Source Indonesia dapat menjalankan rumus 3C Menkominfo, yakni Community, Communication, Commerce," Dirjen Aplikasi dan Telematika, Depkominfo, Cahyana Ahmadjayadi mengatakan dalam sambutannya.

Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan, setelah IGOS Summit 2 memang ada semangat melembagakan penguasaan dan pengembangan Open Source di tanah air. "Dari yang dulunya sendiri-sendiri, sekarang mulai membutuhkan seorang leader. Maka ditunjuk dan dibikinlah Duta Open Source dan AOSI ini," ujar Nuh.

Keanggotaan AOSI ini menurut Betty terbuka bagi organisasi manapun. Syaratnya, institusi itu merupakan pendukung Open Source. Betty mengatakan ini termasuk institusi pembuat produk Open Source maupun pengguna.

Nantinya, AOSI ingin membuat standar acuan untuk pelatihan Open Source di Indonesia. Sedangkan saat ini AOSI masih menyusun Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga serta kelengkapan dokumentasi. (detiki)

Acosys expansi ke Pulau Dewata


Bali, 25 April. Acosys, software perdagangan dan akuntansi terbesar di Lampung kembali melebarkan sayapnya, kali ini sasaran pasar yang dibidik adalah pulau Bali. Software (baca: perangkat lunak komputer) yang diproduksi Aztechsoft Int. di bilangan Jl. Urip Sumoharjo Bandarlampung ini berniat mengulang sukses pembukaan main dealer diberbagai wilayah Indonesia.

Pembukaan cabang di Bali pada tanggal 25 April 2008 tersebut dilakukan oleh tim expansi yang dipimpin langsung oleh direktur Aztechsoft Int. Sri Wahono S.Kom. Acara yang dihelat secara sederhana di kantor Aztechsoft Int. Cabang Bali tersebut berjalan dengan lancar.

Perlu diketahui, bahwa Acosys saat ini telah dipasarkan di Aceh, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Batam, Palembang, Jakarta, Jawa Tengah dan Papua melalui main dealer di masing-masing wilayah.

Bali sebagai wilayah berakses internasional menyimpan potensi yang sangat besar untuk menuju Acosys go International 2009, demikian penuturan Sri Wahono disela-sela acara.

Acara tersebut sekaligus mengukuhkan Hadi Rohman,SS sebagai kepala cabang dan beberapa staf yang akan menjalankan operasional di Bali. Berbekal pengalaman panjang Aztechsoft Int. kami siap meng-Acosys-kan seluruh perusahaan perdagangan di Bali yang jumlahnya luar biasa banyak ini. Demikian penuturan Hadi Rohman dengan penuh rasa optimis.

Komitmen tersebut ternyata bukanlah isapan jempol semata. Hanya satu hari setelah pengukuhan, Azechsoft Int. Cabang Bali langsung membukukan transaksi dengan pamasangan software Acosys di sebuah minimarket dengan tiga cabang yang terhubung secara online.

Keberhasilan tersebut tidak berjalan begitu saja, Doni Sukma, pemilik minimarket tersebut menuturkan bahwa dirinya sudah lama mengikuti perkembangan Acosys melalui internet di situs www.aztechsoft-int.com. Harapan agar Acosys membuka cabang di Bali akhirnya terkabul juga, sehingga tanpa rasa ragu Doni langsung memutuskan membeli software dengan fitur lengkap tersebut.

Fitur-fitur yang disediakan Acosys banyak membantu dalam operasional perusahaan perdagangan. Selain memudahkan pengendalian stok, Acosys juga mampu memberikan laporan-laporan dan analisa penjualan yang up to date, bahkan laporan dari cabang perusahaan yang lokasinya jauh dari kantor pusatnya sekalipun.

Pelaksanaan teknologi online pun sangat sederhana, Acosys memberi dua pilihan untuk koneksi online, yakni realtime online dan semi online. Realtime online adalah online langsung ke server pusat, sehingga data dipusat selalu up to date sebagaimana online yang dilakukan perbankan nasional. Sedangkan semi online menggunakan metode online tunda, yakni masing-masing cabang transaksi ke server cabang masing-masing dan secara berkala, data cabang dikirimkan ke pusat untuk dikonsolidasikan dengan cabang lain.

Semi online banyak diminati oleh kebanyakan perusahaan kecil dan menengah, karena biaya koneksinya sangat murah. Hanya dibutuhkan koneksi internet yang dapat digunakan untuk mengirimkan email atau program lain yang bisa mengirimkan satu file dari cabang ke pusat. (iwn)

Uang Gratis.. Membaca Email Dibayar $100

Membaca Email Dibayar $100
Program Ini termasuk program Pay To Read (PTR). Pendaftarannya 100% gratis, bahkan hanya dengan mendaftar gratis mendapatkan bonus $50.
Aglocomails ini tidak seperti program PTR biasa yang hanya memberikan pendapatan per Emailnya sekitar $0.01 sampai $5, Aglocomails membayar $100 per Emailnya.. Dan ada pula program Pay to Click yang setiap clicknya dibayar $10.


Bila memiliki member dibawah kita akan dibayar $1, dan mendapatkan 10% dari pendapatan member dibawah kita..

Bagi saya program Aglocomails ini sangat menarik dari data home webnya aja tercantum sebanyak 19.000 lebih member dari seluruh dunia yang telah menjadi membernya, tetapi jumlah tersebut masih kecil dibandingkan jumlah pengguna internet di seluruh dunia yang mencapai puluhan juta orang jadi jangan pesimis tidak akan kebagian member dibawah kita.

Mengenai pembayarannya, untuk Free member akan dibayar bila saldo kita sudah mencapai $20.000, sedangkan bagi upgrade member dapat dibayar kapanpun member tersebut menginginkannya. Cara pembayarannya dapat melalui E-gold, Paypal, Check.

Anda dapat mendaftar atau mempelajarinya lebih lanjut disini

Untuk cara pembayarannya bila ingin melalui E-gold dapat membuka rekeningnya disini

Situs Depkominfo Sudah Pulih

Situs Departemen Komunikasi dan Informatika sempat tidak bisa diakses pasca dibobolnya situs tersebut oleh dedemit maya. Kini, situs tersebut sudah hidup lagi.

Kamis (27/3/2008), sekitar pukul 10 pagi, situs Depkominfo kini sudah bisa diakses. Berita ke-2 pada boks 'Berita Depkominfo' yang sebelumnya berisi "berita" hasil penyusupan dedemit maya pun sudah hilang.

Sebelumnya pada boks tersebut tertulis pesan seperti ini:

Selamat yeee pemerintah * suit suit *
kami mengucapkan selamat atas disahkannya UU ITE dan pornografi. Dengan ini kami menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap pemerintah. Buktikan UU ini ...

Hingga saat ini belum diketahui siapa pelaku yang nekat 'menantang' pemerintah, terkait dengan UU ITE yang baru saja disahkan Selasa lalu (25/3/2008).

ScreenShoot nya Situs Depkominfo http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/102628/idnews/914085/idkanal/323
http://forum.detikinet.com/forumdisplay.php?f=216



Hackers Deface Indonesian Site After XXX Block

JAKARTA (Reuters) - Hackers have defaced the Web site of Indonesia 's information ministry in response to a government move to restrict access to pornographic material on the Internet, an official said on Friday.

Indonesia's parliament on Tuesday passed a new information bill that criminalises the transmission of pornographic material on the Web.

The Southeast Asian country has had a vigorous debate over pornography in recent years, exposing deep divisions in the Muslim-majority nation.

Hackers on Thursday posted a message on the information ministry's Web site (http://www.depkominfo.go.id) saying: "Prove that the law has not been made to cover government stupidity."

The message was accompanied by a mocked-up photograph of a local information technology expert, who has been advising the government on the new law, depicted with a bare chest.

Screenshots of the hacked page were posted on the Detik.com news Web site and a cyber chat forum.

The message had been removed and the Web site was now running normally, said Gatot Broto, an official at the ministry.

The ministry said the law was a response to concerns in society about the negative impact of pornographic and violent sites as more Indonesians gain access to the Internet.

Under the law, anyone found guilty of transmitting pornographic material, false news or racial and religious hate messages on the Internet could face up to six years in prison or a fine of 1 billion rupiah ($109,000).

Indonesia's parliament has yet to pass a controversial pornography bill, which aims to shield the young from pornographic material and lewd acts.

Earlier draft versions contained provisions that could jail people for kissing in public and criminalize many forms of art or traditional culture that hinge on sensuality, sparking criticism it could curb freedoms and hurt Indonesia's tolerant tradition.

Pembobolan Web Site DEPKOMINFO

Belum selesai peristiwa yang melanda Indonesia, sekarang di gegerkan lagi dari permasalahan dalam negeri sendiri tentang dunia maya.yang jeluntrung nya kadang kadang masih gak jelas..
Pembobolan situs depkominfo pada beberapa hari yang lalu telah memberikan pelajaran berharga bagi pemerintah indonesia.
Pembobolan ini jelas-jelas merupakan reaksi para hacker yang menentang UU tentang ITE yang membuat situs-situs gak jelas terblokir untuk wilayah Indonesia. Ketika halaman situs Depkominfo di-klik langsung terpampang foto telanjang dada seorang pria yang memakai jeans dan kaos hitam yang terangkat. Pada tempat yang sama tertulis pesan seperti berikut, “26 Maret 2008
Selamat yeee pemerintah * suit suit *
kami mengucapkan selamat atas disahkannya UU ITE dan xxrnografi. Dengan ini kami menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap pemerintah. Buktikan UU ini dibuat bukan untuk menutupi kebodohan pemerintah. cihuyyyyyyyyyyy…..“.

Hal tersebut jelas-jelas sebuah bentuk pertentangan hacker dengan pemblokiran situs-situs xxrno yang semakin meraja lela di seluruh dunia. Pemerintah mengambil sikap tenang-tenang saja tentang pembobolan tersebut. Bahkan dalam pernyataannya, Menkominfo yang merupakan mantan rektor ITS, Muhammad Nuh malah senang, karena telah mendapatkan sparring partner.

Menindaklanjuti hal ini, pemerintah lebih bersikap hati-hati karena bisa saja hal ini merupakan satu bentuk adu domba. Praktisi IT Indonesia, Roy Suryo menyuarakan pendapatnya tentang hal ini. Dia tak akan langsung terpancing dengan hal ini, karena sudah jamak terjadi di dunia blogger dan hacker. Namun Depkominfo dan Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) diharapkan dapat langsung mengusut pelaku.

Pembobolan ini langsung memantik kekhawatiran bagi pemerintah. Bahkan pengelola situs kepresidenan sempat was-was jika ikut-ikutan terkena imbas, karena DNS-nya sama dengan milik Depkominfo. Namun sekali lagi hal tersebut tidak akan terlalu membuat pusing pemerintah, karena telah mempunyai sistem keamanan yang tidak mudah dibobol.

Screenshoot situs yang dibobol lebih jelasnya dapat dilihat di http://forum.detikinet.com/forumdisplay.php?f=216. (fu)

IPB Temukan Susu Formula dan Makanan Bayi Terkontaminasi Zat Berbahaya.




Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelidiki temuan Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), soal adanya susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung zat berbahaya jenis enterobacter sakazakii. Direktur Survailance dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM, Azizah Nuraini Prabowo mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut dan telah melakukan pertemuan dengan Tim IPB, Departemen Pertanian (Deptan), dan Departemen Kesehatan (Depkes).

"Pertemuan akhir pekan lalu dan diambil kesepakatan untuk mem-follow up (menindaklanjuti) secara spesifik temuan itu,"kata Azizah kepada Persda Network, Minggu (24/2).

Menurut dia, pihaknya perlu tahu dimana bakteri itu ditemukan apakah pada bahan baku, proses produksi, atau hasil produksi. "Follow up kita permasalahannya dimana. Apakah penggunaan tekhnologinya atau apa. Ini laporannya belum lama. Dan secara resmi belum masuk laporannya,"kata Azizah.

Seperti dilansir situs www.ipb.ac.id, Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan IPB menemukan adanya susu formula dan makanan bayi yang telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii.

Salah seorang Peneliti IPB, Dr. Sri Estuningsih mengungkapkan, sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii".

"Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal, " kata Estu tanpa menyebutkan produk apa yang mengandung zat tersebut.

(Suryalive)

Peluang Bisnis Online..  Anda Mau ....  ?

BPOM Tindak Lanjuti Temuan Tim IPB

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat akan menindaklanjuti temuan tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan melakukan pengujian terhadap sampel susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung bakteri Enterobacter sakazakii. Pengujian ini untuk meneliti asal permasalahannya.

"Kita harus melakukan pengujian sendiri, mengambil sampel di pasar. Pengujian akan dilakukan di laboratorium kita, untuk meneliti apakah problemnya di bahan baku, proses produksi, atau di pasar," ujar Direktur Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM Azizah Nuraini Prabowo kepada "PR" di Jakarta, Senin (25/2) malam.

Terkait penelitian tim IPB tentang kandungan bakteri itu, Azizah mengungkapkan, standarnya belum ada. Misalnya, menyangkut jumlah kandungan bakteri. Dia mengingatkan, susu formula itu bisa jadi bukan merupakan produk steril. "Mungkin saja susu formula yang terkontaminasi karena tidak memenuhi syarat, misalnya di ruangan tak ber-AC, sehingga ada kontaminasi di situ," katanya.

Azizah mengatakan, dalam pertemuan akhir pekan lalu di Jakarta, disepakati Departemen Pertanian akan mengecek ke jalur bahan baku susu, misalnya sapi. Sementara Departemen Kesehatan dari sisi konsumennya.

Sebagaimana diwartakan, tim peneliti IPB menemukan adanya susu formula anak-anak dan makanan bayi yang mengandung Enterobacter sakazakii. Dalam penelitian ditemukan, 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara bulan April hingga Juni 2006, telah terkontaminasi.

Belum beraksi

Sementara itu, BPOM Bandung belum mengeluarkan daftar produk susu formula dan bubur bayi yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii. Untuk itu, belum dilakukan penarikan produk-produk yang disinyalir mengandung bakteri yang dapat menyebabkan radang selaput otak itu.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Konsumen Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung Siti Nuraniah di kantornya Jln. Dr. Djundjunan Bandung, Senin (25/2).

Sampai saat ini, menurut Siti, pihaknya belum menerima public warning dari BPOM pusat. Untuk itu, pihaknya meminta IPB segera mengeluarkan daftar produk yang dinyatakan mengandung bakteri Enterobacter sakazakii. "Hal itu demi memberi kejelasan kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan dan malah tidak mengonsumsi susu. Padahal, susu menjadi salah satu sumber protein yang penting, terutama untuk tumbuh kembang anak," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Agus Gustiar mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait. "Jika terbukti ada produk susu yang mengandung bakteri tersebut, kami akan segera menariknya dari pasaran," kata Agus.

Menurut ahli mikrobiologi Unpad Yanti Mulyana, M.S., keberadaan bakteri Enterobacter sakazakii dalam susu berpotensi mengakibatkan berbagai macam penyakit. "Pertumbuhan bakteri Enterobacter sakazakii baru bisa terjadi dalam medium cair. Tetapi, air kita kan tidak steril, apalagi peluang tangan kotor ketika membuat susu sangat besar, bisa jadi bakteri tumbuh subur di sana," katanya.

Tunggu edaran

Berdasarkan pemantauan "PR" di beberapa toko dan apotek di Kota Bandung, para penjual belum mengetahui mengenai susu formula dan bubur bayi yang dicurigai mengandung bakteri berbahaya tersebut. "Saya belum mengetahui mengenai berita tersebut karena belum ada pemberitahuan secara resmi. Biasanya, jika ada pemberitahuan dari BBPOM, kantor pusat langsung mengontak ke seluruh kantor cabang," ucap Deden, Manajer Divisi Giant Hypermart.

Wawan, Merchandiser Hero-Giant Area Jabar menambahkan, belum ada konfirmasi dari BBPOM. "Mekanismenya, BBPOM akan langsung mengirimkan pemberitahuan kepada setiap supermarket," katanya.

Hal yang sama dikemukakan Dedi, pengelola apotek Cipta Farma di Jln. Gatot Subroto Bandung, yang mengaku tidak mengetahui sama sekali mengenai isu tersebut. "Kami menunggu tindak lanjut dari BBPOM. Kalau ada penarikan produk, mereka langsung datang untuk menarik barang," ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah warga di Kel. Kebonjayanti, Kec. Kiaracondong Bandung, mendapat surat edaran daftar minuman berbahaya yang dikeluarkan RSAL Ramelan Surabaya. Sedikitnya, tercantum 42 jenis minuman yang disebutkan mengandung siklamat yang berdampak pada gangguan otak, penyakit lupus, dan merusak antibodi manusia.

Menurut Siti Nurainah dari BPOM Bandung, surat edaran tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. "RS tersebut telah mengeluarkan surat klarifikasi dan tidak pernah melakukan penelitian terhadap minuman dan makanan yang berbahaya. Masyarakat jangan mudah terpancing pada edaran yang tidak benar itu," katanya.

( PIKIRAN RAKYAT)

Susu Formula dan Makanan Bayi Aman Dikonsumsi

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib memastikan, semua produk susu formula dan makanan bayi yang saat ini beredar di pasaran, tidak tercemar bakteri jahat sehingga aman dikonsumsi.
"BPOM melakukan pemeriksaan mikrobiologi terhadap sampel produk tersebut sepanjang tahun untuk mendeteksi kemungkinan adanya cemaran mikrobiologi. Kalau produk yang bersangkutan ternyata bermasalah, kita panggil produsennya dan minta mereka memperbaiki produknya," kata Husniah di Jakarta, Selasa (26/2).
Hal itu untuk menanggapi hasil penelitian para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap 22 sampel produk susu formula untuk bayi dan 15 produk makanan bayi selama 2003-2006, yang menunjukkan bahwa 22,73 persen sampel susu formula dan 40 persen sampel makanan bayi tercemar bakteri Enterobacter sakazakii.
Sementara itu, Menkes Siti Fadilah Supari mengatakan, pihaknya telah meminta laporan BPOM mengenai penelitian yang dilakukan tim peneliti IPB seputar susu formula dan makanan bayi.
"Penelitian itu signifikan atau tidak? Siapa yang meneliti, caranya bagaimana, pendanaannya bagaimana. Kenapa yang diperiksa susu itu. Apakah perusahaannya hanya sekitar itu," kata Menkes, sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/2).
Husniah menambahkan, selain pemeriksaan terhadap cemaran mikrobiologi berupa bakteri, termasuk bakteri penyebab diare (Salmonella sp, Eschericia colli, dan Enterobacter sakazakii), pihaknya juga memeriksa kemungkinan adanya cemaran kapang dan mikroorganisme patogen lain pada produk-produk tersebut.
Namun demikian, kata dia, pihaknya tidak memublikasikan hasil pemeriksaan rutin, yang dilakukan untuk memastikan keamanan produk pangan itu kepada publik.
Husniah menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pangan Dunia (FAO) merekomendasikan pemeriksaan cemaran Enterobacter sakazakii pada susu formula bubuk tahun 2005, karena sebelumnya ada laporan kejadian diare pada balita yang mengonsumsi susu tercemar Enterobacter di Jepang.
"Di Indonesia, hingga saat ini belum ditemukan kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh Enterobacter sakazakii. Di sini penyebab utamanya Salmonella dan E. colli," katanya.
Pada pertemuan mengenai Enterobacter sakazakii dan mikroorganisme lain dalam susu bubuk formula bayi tahun 2004, para ahli WHO dan FAO menyebutkan data yang menunjukkan bahwa Salmonella jarang ditemukan pada produk susu bubuk formula jadi, dan E. sakazakii justru lebih banyak ditemukan di lingkungan pabrik dibandingkan dengan Salmonella.
Husniah mengatakan, pemerintah juga diminta mendorong produsen makanan bayi untuk meningkatkan kisaran steril pada produknya, menekan konsentrasi dan prevalensi E. sakazakii di lingkungan pabrik, menerapkan sistem pengawasan lingkungan yang ketat dan efektif, serta menggunakan pemeriksaan Enterobacteriaceae sebagai salah satu indikator pengontrolan higienitas dalam alur produksi di pabrik.
Menkes pertanyakan
Menkes mempertanyakan hasil penelitian tim IPB tersebut. Menurut dia, alasan penelitian harusnya juga dilaporkan kepada BPOM.
"Maksudnya, kenapa sih dia harus melakukan penelitian susu itu di situ. Kenapa tidak di Klaten atau tempat lain. Memangnya di situ banyak yang mencret-mencret," katanya.
Ditambahkan, sampai saat ini BPOM belum memberi laporan mengenai temuan ini, karena BPOM baru akan melapor jika temuan itu penting.
"BPOM akan menilai penelitian itu signifikan dilaporkan ke menteri atau tidak. Kalau tidak, ya tidak. Nanti masyarakat bingung," katanya.
Tak ada kepentingan
Tim peneliti IPB siap menyerahkan hasil riset temuan susu formula dan makanan bayi yang telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii kepada Departemen Kesehatan (Depkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami sangat kooperatif dan siap menyerahkan hasil lengkap penelitian itu. Namun, perlu disampaikan bahwa para peneliti ini umumnya sudah bergelar doktor, sehingga proses dan tahapan ilmiah serta metodologi penelitian yang dilakukan, sesuai dengan kaidah yang ada," kata Dr. drh. I Wayan T. Wibawan, M.S., salah seorang anggota tim peneliti IPB dalam riset itu, Selasa (26/2).
Hal itu menanggapi reaksi Menkes terhadap hasil penelitian tim IPB tersebut.
Menurut I Wayan T. Wibawan, pada awalnya sebenarnya riset itu mendapat tanggapan positif dalam sebuah pertemuan pada 22 Februari 2008, yang mempertemukan wakil IPB, Departemen Pertanian, Depkes, BPOM, dan kemudian ada kesepakatan untuk membentuk tim gabungan guna menindaklanjuti perkembangan selanjutnya.
Bila kemudian muncul reaksi dari Menkes, ia sendiri juga heran. "Mestinya, riset semacam ini ditanggapi sebagai masukan untuk kemudian bersama-sama mencari solusinya. Kalau tanggapannya soal teknis dan metodologi penelitian, ini menjadi kontra-produktif karena peneliti yang sudah doktor di perguruan tinggi, tidak perlu diajari metodologi penelitian lagi," katanya.
Menurut dia, pendanaan riset berasal dari dana hibah Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, sehingga jelas tidak mempunyai kepentingan apa pun, selain bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan kewajiban moral kepada masyarakat.
"Saya tegaskan, tidak ada kepentingan apa pun dari penelitian ini, selain konteks ilmu pengetahuan karena IPB adalah lembaga pendidikan tinggi," kata I Wayan T. Wibawan, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB.
I Wayan menegaskan, agar pihak-pihak yang mempertanyakan riset itu mendapatkan hasil yang utuh। Direncanakan, Kamis (28/2) tim peneliti akan menyerahkan laporan lengkap penelitian itu kepada Depkes dan BPOM। (A-94/A-130)***

(Pikiran Rakyat)